Bagaimana kalau satu?
Tidak?
Iya, satu: Kamu dan Aku
Tak perlu ruang
Tak ada celah
Yang paling sempit sekalipun
Masih tidak?
Lalu, berarti dua?
Iya?
Kamu, hanya kamu
Aku, biarlah aku
Rongga di antara
Isinya udara semata
Tetap iya?
Bagaimana mungkin?
Kamu mau dua
Aku ingin satu
Sementara ada dia
Hitunglah, tiga
Aku berdialog
Bersama siluetmu
Yang tertidur pulas
Satu, dua, tiga
Aku pun tuntas
~Puisi semalam yang kukirim ke kamu~
Tidak?
Iya, satu: Kamu dan Aku
Tak perlu ruang
Tak ada celah
Yang paling sempit sekalipun
Masih tidak?
Lalu, berarti dua?
Iya?
Kamu, hanya kamu
Aku, biarlah aku
Rongga di antara
Isinya udara semata
Tetap iya?
Bagaimana mungkin?
Kamu mau dua
Aku ingin satu
Sementara ada dia
Hitunglah, tiga
Aku berdialog
Bersama siluetmu
Yang tertidur pulas
Satu, dua, tiga
Aku pun tuntas
~Puisi semalam yang kukirim ke kamu~
No comments:
Post a Comment