Di sini sudah pukul 1.03 AM, hampir subuh. Aku belum tidur lagi semenjak terbangun kemarin di jam 3 pagi. It means, I have been awake for almost 24 hours. May be you're wondering what keeps me awake. Simple, it's you.
Pikiranku terlalu sibuk akan kamu untuk menoleh pada kantuk. Pikiranku terus bertanya-tanya dan berandai-andai. Pikiranku berusaha menemukan setitik cerah dari kepekatan yang kamu jaga rapat-rapat. Pikiranku mengorek semua informasi yang selama ini kamu jejalkan, yang kamu paksakan untuk membentuk dimensimu sendiri untuk aku citrakan. Pikiranku berusaha memecah partikel terkecil tentang kamu. But, still, you remain a mystery.
You're just like the sun. You shine so bright that I can't stare at you directly. You are very warm, however I can't be near you, unless I want to get burned. You look so close, yet so far. You're here, but you're actually not. Semua kontradiksi yang kamu bawa mampu melengkapi misteri yang kamu reka. Komplit sudah tentang rahasia.
Bisakah kamu tidur nyenyak dengan semua ini? Ah, aku berani bertaruh bahwa sekarang kamu sedang meringkuk nyaman di tempat tidur, berbagi selimut dengan seseorang karena hujan sedang gemericik turun. Kamu tidak pernah sungguh-sungguh peduli akan aku dan perasaanku, apalagi akan waktu tidurku yang secara tidak langsung telah kamu sita.
Have I ever crossed your mind? Have I ever dominated it even just once? Jika iya, apa tentangku yang kamu pikirkan? Apakah tentang rindumu yang tersulut-sulut? Atau tentang cintaku yang klasik pun kekanakan? Aku meragukan kamu rindu. Aku jauh lebih yakin, jika aku melintas secepat meteor di kepalamu, itu adalah saat kamu membuat rencana untuk membuatku jatuh lebih jauh lagi ke dalam permainan rasa yang kamu gagas. May be it's fun for you to see me falling for what makes me fall apart. Such a great fun, isn't it?
Now, let me walk you into the 'if' part. Bagian ini termasuk imbas yang diakibatkan oleh kemisteriusan profilmu. Siapapun tidak akan memungkiri kehadiran bagian ini. What if you are not what you told me about, not even an inch of it? That's the worst thing that I could think of. Kamu bukanlah kamu yang kamu ceritakan, bukan sama sekali. Tidak satupun dari cerita itu adalah kamu. Semua cerita itu hanya kamu sadur dari kisah kehidupan orang lain, fantasi dan imajinasi. Masih beranikah kamu untuk jujur?
Bagaimana jika (sekali lagi 'jika') suatu saat kamu punya keksatriaan untuk menemuiku, apa yang ingin kamu lakukan pertama kali? Meminta maaf? Menjabat tangan? Mengelus wajah? Memeluk? Mencium-seperti yang biasa kita lakukan di pesan-pesan singkat yang kita kirim? Oh, wait! Those last three are hardly going to happen. It seems like this 'if' part has been out of the line. I'm going to stop right here.
Well, not really. Masih ada satu 'jika' yang perlu kamu ketahui di sini. Bersiaplah.
Bagaimana jika aku pun tak ubahnya dirimu? Aku memberimu kisah dan rasa yang sesungguhnya tak pernah ada. Aku juga berpura-pura nyata di belanga pikiranmu hanya agar aku mampu mencipta tulisan-tulisan ini.
Time for you to think. I'm going to bed since it's already 1.54 AM here. So, have a good one.
No comments:
Post a Comment