Thursday, February 21, 2013

Permintaan Maaf Pada Para Sahabat



Jika suatu hari nanti aku dan Alex tidak bisa menyelamatkan hubungan kami, aku mohon kalian mengerti dan tidak menyalahkan siapapun di antara kami. Kami sampai saat ini masih berusaha untuk tidak mematahkannya dan masing-masing dari kami masih tetap mencari-cari alasan kenapa kami harus tetap bersama. Tetapi, seandainya kami tidak mampu lagi (dan kami mulai lelah mencari alasan), ini bukan karena kami tidak saling mencintai. Terkadang cinta tidak hanya cukup dengan rasa. Banyak hal lain yang harus kami hadapi. Perbedaan-perbedaan yang tidak terjembatani menjadi rintangan utama kami. Sebenarnya perbedaan-perbedaan yang muncul adalah hal-hal kecil dan sepele. Namun, ternyata hal-hal kecil itulah yang paling mendasar yang kami butuhkan dalam hidup.

Kami masih berusaha untuk memegang teguh apa yang kami punya. Kami berharap semua ini bisa kami lalui dengan mulus. Kami mohon didoakan agar bisa mengambil keputusan yang terbaik. Namun, sekali lagi, jika kami tidak lagi mampu bertahan bersama, maklumilah jika kami melepas bebas semua. Kami meminta maaf kepada kalian yang mendukung hubungan kami dan tentunya kepada kalian yang mengharap hubungan kami berjalan baik.

***

Benar saja, seusai aku mengetik dua paragraph di atas, Alex datang dan mengatakan bahwa kami tidak bisa bersama jauh lebih lama lagi. Semua sudah cukup, katanya. Aku mengamini. Perasaanku sedih tentunya, namun semua harus dihadapi dengan tegar. Aku sudah semestinya instrospeksi diri. Mungkin ini semua terjadi padaku karena aku terlalu mudah percaya. Tanpa berpikir lebih panjang dan lama, aku langsung merasa yakin bahwa dia yang terbaik. Aku yang berjiwa muda, memandang hal terlalu tinggi, naïf dan sempurna. Aku tidak melihat sisi lain dari hal-hal tersebut yang sesungguhnya patut menjadi pertimbangan. Aku yang berkepribadian bebas mungkin terlalu kaget dengan segala aturan yang diterapkan Alex yang secara tiba-tiba mengikat sehingga tidak menemukan kenyamanan selain menjemukan. Mungkin aku memang salah sejak awal.

Kalian, para sahabat, sudah cukup tahu banyak yang kami alami. Alex adalah sosok yang baik. Hanya saja mungkin tidak didesain oleh Tuhan untukku. Pada akhirnya, semua harus menemui akhir. Tidak terkecuali tulisan ini. Tidak terkecuali hubungan kami. Semoga semua berbahagia dengan keputusan ini.

No comments:

Post a Comment