Jika suatu hari nanti aku dan
Alex tidak bisa menyelamatkan hubungan kami, aku mohon kalian mengerti dan
tidak menyalahkan siapapun di antara kami. Kami sampai saat ini masih berusaha
untuk tidak mematahkannya dan masing-masing dari kami masih tetap mencari-cari alasan
kenapa kami harus tetap bersama. Tetapi, seandainya kami tidak mampu lagi (dan
kami mulai lelah mencari alasan), ini bukan karena kami tidak saling mencintai.
Terkadang cinta tidak hanya cukup dengan rasa. Banyak hal lain yang harus kami
hadapi. Perbedaan-perbedaan yang tidak terjembatani menjadi rintangan utama
kami. Sebenarnya perbedaan-perbedaan yang muncul adalah hal-hal kecil dan sepele.
Namun, ternyata hal-hal kecil itulah yang paling mendasar yang kami butuhkan
dalam hidup.
Kami masih berusaha untuk
memegang teguh apa yang kami punya. Kami berharap semua ini bisa kami lalui
dengan mulus. Kami mohon didoakan agar bisa mengambil keputusan yang terbaik.
Namun, sekali lagi, jika kami tidak lagi mampu bertahan bersama, maklumilah
jika kami melepas bebas semua. Kami meminta maaf kepada kalian yang mendukung
hubungan kami dan tentunya kepada kalian yang mengharap hubungan kami berjalan baik.
***
Benar saja, seusai aku mengetik
dua paragraph di atas, Alex datang dan mengatakan bahwa kami tidak bisa bersama
jauh lebih lama lagi. Semua sudah cukup, katanya. Aku mengamini. Perasaanku
sedih tentunya, namun semua harus dihadapi dengan tegar. Aku sudah semestinya
instrospeksi diri. Mungkin ini semua terjadi padaku karena aku terlalu mudah
percaya. Tanpa berpikir lebih panjang dan lama, aku langsung merasa yakin bahwa
dia yang terbaik. Aku yang berjiwa muda, memandang hal terlalu tinggi, naïf dan
sempurna. Aku tidak melihat sisi lain dari hal-hal tersebut yang sesungguhnya
patut menjadi pertimbangan. Aku yang berkepribadian bebas mungkin terlalu kaget
dengan segala aturan yang diterapkan Alex yang secara tiba-tiba mengikat
sehingga tidak menemukan kenyamanan selain menjemukan. Mungkin aku memang salah
sejak awal.
Kalian, para sahabat, sudah cukup
tahu banyak yang kami alami. Alex adalah sosok yang baik. Hanya saja mungkin tidak didesain oleh Tuhan untukku. Pada akhirnya, semua harus menemui akhir. Tidak terkecuali tulisan ini. Tidak
terkecuali hubungan kami. Semoga semua berbahagia dengan keputusan ini.
No comments:
Post a Comment