Dua puluh lima tahun. Bukan jumlah angka yang sedikit.
Apalagi jika dengan hiperbolik dikatakan: seperempat abad. Kesannya, WAH!
Dua puluh lima tahun untuk jumlah umur bukan lagi umur
jagung, bukan lagi usia anak ingusan. Umur seperempat abad ini ditakar kedewasaan
yang semakin sempurna dan kemandirian yang sepatutnya ada.
Hari ini umurku genap dua puluh lima tahun. Tidak peduli
jika orang menertawaiku karena sudah dua puluh lima tahun, tapi belum
menghasilkan hal-hal yang menakjubkan luar biasanya. Yang aku peduli adalah
haturan terima kasih pada siapa-siapa yang telah mengiringiku
hingga seperempat abad hidupku ini.Siapa-siapa inilah yang menjadikanku kaya melebihi konglomerat terkaya dunia.
Catat ini, abaikan urutan penyebutan nama
karena rasa sayangku tidak bernomor.
Ibu, orang bilang tak pernah cukup ucapan terima kasih untuk
Ibu, bahkan seisi alam semesta tidak cukup. Bagaimanapun juga, tak ada yang
lebih pantas diucapkan selain terima kasih. Pada Ibuku, terima kasih telah mau
menetaskan janin yang kemudian menjadi aku. Aku tahu betapa kemelut sedang
memelukmu erat sebelum mengandungku, saat menyimpanku di rahim dan mungkin
sesudah kelahiranku. Terima kasih tidak berpikir pendek untuk menggugurkan
benih yang kelak dan kini adalah aku. Terima kasih untuk kesabaran dan tingkat
memaafkan yang luar biasa. Mungkin itulah wujud cintamu. Cinta yang melampaui
akbar.
Bapak, mimpimu adalah bentuk cinta padaku. Semakin mustahil
mimpi yang mau kau wujudkan, semakin banyak cinta yang kau beri. Jika kau bukan
pahlawan, kau adalah sahabat. Kekeraskepalaanmu aku warisi dan dengan segala
kesadaran aku memaafkanmu atas kesalahan di waktu dulu. Butuh waktu puluhan
tahun untukku memahami corengan masa lalu, pun puluhan tahun untuk memaklumi
dan memaafkan serta menerimanya, juga engkau. Namun, aku tak akan lupa
berterima kasih untuk pemeliharaanmu terhadapku.
Heli dan Vita, terima kasih untuk semangat dan kasih sayang.
Kalian adalah kakak-kakak yang hebat, yang mampu bertahan memiliki seorang adik
super manja dan keras kepala sekaligus paling tidak berguna. Berbahagialah
orang-orang yang memiliki kalian, termasuk aku. Penjagaan dan kebersamaan kita
tetap akan seperti ini, tidak peduli nanti jika kita terpisah jauh karena
sesungguhnya tidak pernah ada jarak di antara kita. Aku mencintai kalian,
cantik.
Alm. Punika Granatha. Sering aku bertanya apa jadinya jika
kau masih bernafas bersama kami? Akankah jauh lebih baik atau sama saja? Yang
aku tahu adalah tidak mungkin lebih buruk. Aku merindukanmu setiap waktu dan
masih saja menyesali kepergianmu. Kamu permata hati di dalam keluarga kecil kita.
Kematian adalah jarak paling tidak terhingga dan terima kasih adalah doa paling
mulia. Jadi, kusampaikan terima kasih padamu. Berbahagialah.
Para sepupu, jagoan-jagoan keluarga: Ventha, Wera, Edy,
Angga, Koko, Koming. Terima kasih untuk tetap mengerti bahwa kita masih
berkeluarga. Jangan pernah takut untuk tetap mengikat diri dalam satuan darah.
Kita adalah saudara.
Wara-Wiri Kru.
Riri-my exotic crab,
Wiwik-tempatku ngutang pulsa,
Bli Pande Muri-hey, kita sama-sama Maret, sama-sama Pisces, sama-sama United,
Bli Alyn-kangen suara 'Ariel'-mu,
Turah
“Gek Tika”-kantong ngakak,
Ryond-kowe sik mesti nyanyi neng kawinanku yo, gentenan mbek Bli Alyn :D
(lagi-lagi) Vita,
Gusde-super marketer, laris-laris,
Agung-super jail,
Pak Tude-Dealova yang Kandas,
Bli Radi-inget undang-undang pas nikah,
Sasme-a great mum, Apache yuk!
Bertha-awet sama SP Yoga...eh, PS Yoga...duh...siapa yah?
Kalian yang tergabung didalamnya adalah sebentuk keluarga kecil yang
baru kukenal, namun sudah begitu berarti. Setiap waktu ada yang datang, ada
yang pergi. Tidak benar-benar datang, dan tidak sungguh-sungguh pergi. Meski
begitu, kita masih menyisihkan sedikit masa untuk saling mengenal dan
berkumpul. Kalian adalah satu kata sifat: SERU. Jagalah keseruan itu hingga
akhir masa nanti. Sampai jumpa di Rumah Kita Happy Puppy. Anyhoo, ada yang belum kusebut?
Jessica “JessPer” Permatasari. Bertemu hanya sekali tidak
membuat kita untuk tidak saling menginspirasi dan berbagi. Kamu adalah seorang
wanita yang kuat dan itu menginspirasiku. Terima kasih atas pertemanan dan
persahabatan yang kamu tawarkan, yang aku terima dengan senyum lebar di wajah.
Ayo berkreasi!
Terima kasih juga untuk Dian Anggraini, yang (juga) hanya
kutemui sekali, yang juga melangsungkan persahabatan ini dari dunia maya hingga
maya lagi demi mendengar sampah hatiku yang tidak bisa didaur ulang. Ayo, ke Bali, Oneng!
Kawan-kawan eks penghuni Beo 20. Jika aku diminta
menjelaskan kawan sejati, dengan tegas aku arahkan telunjuk ini ke kalian. Mari
mengisi presence list: Mbak Oy, Cik San, Ntoy, Ice, Febby, Suzie, Depdak, Titin. Juga
para penghuni tidak resmi: Mamet dan Cik Fanny. Siapa lagi penghuni tidak tetap yang sering menjadikan Beo 20 sebagai persinggahan barang sehari dua hari? Tolong tanda tangani daftar hadir sendiri. Tidak boleh menitip. Haha.
Teman-teman almamater USD 2006: Gabe-Kecambahku, Jule-The Exotic Photographer, Siska-GGMU, terima kasih sudah shared lelaki, musik serta film berkualitas, Abang Yosh-Mucikari gw (sori setoran gw turun terus, maklum pasaran gw brondong sekarang!), dan semuanya yang lain.
Teman-teman almamater USD 2006: Gabe-Kecambahku, Jule-The Exotic Photographer, Siska-GGMU, terima kasih sudah shared lelaki, musik serta film berkualitas, Abang Yosh-Mucikari gw (sori setoran gw turun terus, maklum pasaran gw brondong sekarang!), dan semuanya yang lain.
VDMS alumni LC 6th di Salatiga. Hold and reach
your dreams, guys! (Soundtracks: Bapak Paijo dan Marina Menari). All VDMS Alumni in AA VDMS as well.
Selamat ulang tahun juga untuk Firda "Dadong", yang secara tidak sengaja dipertemukan denganku, yang tanggal, bulan dan tahun ulang tahunnya sama denganku. Kata "kembar" langsung kami klaim menjadi milik kami. Sewaktu dulu kami pernah dengan mirisnya merayakan ulang tahun berdua saja, di kamarnya, gelap-gelapan, satu lilin menyala serupa per-ngepet-an, tetapi paling menyentuh hati adalah kami membaca ayat-ayat indah di alkitab sebagai doa dan perenungan kami. Miris sekaligus khidmat. Kapan lo nikah, Dong? Gw pengen bacain Kidung Agung buat lo. Awet yeee sama Mas Pacar. Lo besok kalo nikah sama dia, tentuin Katholik apa Muhammadiyah. Jangan ke gereja pakai hijab, atau baca Al-Quran sambil bawa Rosario sebagai tasbihnya. Hahaha. Kangen gw!
Selamat ulang tahun juga untuk Firda "Dadong", yang secara tidak sengaja dipertemukan denganku, yang tanggal, bulan dan tahun ulang tahunnya sama denganku. Kata "kembar" langsung kami klaim menjadi milik kami. Sewaktu dulu kami pernah dengan mirisnya merayakan ulang tahun berdua saja, di kamarnya, gelap-gelapan, satu lilin menyala serupa per-ngepet-an, tetapi paling menyentuh hati adalah kami membaca ayat-ayat indah di alkitab sebagai doa dan perenungan kami. Miris sekaligus khidmat. Kapan lo nikah, Dong? Gw pengen bacain Kidung Agung buat lo. Awet yeee sama Mas Pacar. Lo besok kalo nikah sama dia, tentuin Katholik apa Muhammadiyah. Jangan ke gereja pakai hijab, atau baca Al-Quran sambil bawa Rosario sebagai tasbihnya. Hahaha. Kangen gw!
Adam Pike, the very best friend of mine! Thanks for the
jokes and fun things you share. Though we keep arguing about who's ugly and who's hot between the two of us--and I always lose--but believe me, you are absolutely gorgeous!
To Alex, thank you for million things you gave and still counting. You mean the world to me.
Tulisan ini hampir menemui akhir. Di sini aku berhenti lama
sekali untuk memikirkan siapa-siapa lagi yang berjalan bersamaku selama dua
puluh lima tahun ini. Di kepalaku tersusun banyak sekali daftar. Jika
kutuangkan di sini akan menjadi tulisan yang tidak berkesudahan. Kepada mereka
yang tidak tercantum namanya di sini, kalian di hati.
Aku putuskan untuk menempatkan dua sosok lagi di sini.
Sebuah bentuk kehormatan bagiku untuk bisa menuliskan mereka dalam kata.
Jika aku mengucap terima kasih padamu, Abang, aku tahu kamu
mengerti ini lebih dari sekedar terima kasih. Kamu adalah inspirasiku dalam
nyata dan mayamu. Kemisteriusan yang kamu ciptakan sebagai tameng diri justru
berubah menjadi magnet dengan daya sangat besar untuk menarik bijih hatiku. Kamu selalu
menjadi kenyamanan di penatku. Sebut saja aku terlalu naïf karena aku
ingin selalu berada di lingkar edarmu dan ingin kamu selalu ada di area
rotasiku. Hasta dan depa yang kita pelihara ini biarlah bergeming dalam indah.
Terakhir aku berterima kasih pada Tuhan. Hadiah-hadiah yang
selama ini dia berikan dalam hidup sungguh luar biasa sempurna, menjadikanku selalu berkecukupan dan merasa kaya.
Di sini tulisan ini berakhir. Dua puluh lima tahun. Kado
mana kadooooo???? :p
Josss!! Teruslah berkarya. Buat keluarga kecil ini bangga :)
ReplyDeletekapan nikahan???d aussie???free ticket pp bali-aussie-bali yah :))
ReplyDeleteKereeennnn...dan tepat sekali..cool..cheers
ReplyDeleteKecambahmu.............cuma ket2 yang nyebut aq kecambahnya....muacccch....
ReplyDelete