Friday, March 22, 2013

DIANA HARI INI


Diana sedang gila. Semenjak dia pulang subuh-subuh dari warung internet dekat kos dua hari lalu, dia menjadi pendiam. Wajahnya bertekuk-tekuk pertanda sedang memikirkan sesuatu. Tak ada yang berani mendekat untuk bertanya ada apa. Namun, wajah itu terkadang mengguratkan senyum tipis. Meski tipis, tapi terlihat amat kegirangan. Oleh karenanya dia disebut sedang gila.

Hari ini dia mencuci baju sambil mendengarkan iPod lewat headset putih kesayangannya. Kepalanya tergerak-gerak seperti mengikuti not lagu. Tidak peduli apapun, siapapun di sekelilingnya yang memandangi dengan tatapan aneh setengah mengejek. Dia tidak dengar. Tidak pula melihat karena sibuk berkonsentrasi pada cuciannya. Atau pada lagu yang ia dengarkan? Entahlah.

Hari ini lain lagi. Dia libur kuliah. Biasanya hari libur dia pasti bertandang ke kamar kami satu-satu untuk sekedar ‘ngecek’ atau curhat. Tapi, dari membersihkan belek mata hingga matahari sudah setengah tiang di ufuk barat, dia tidak muncul untuk ngabsen di kamar kami. Terdengar sayup-sayup lagu dari kamarnya. Lagu yang sama, diputar berulang-ulang. Untungnya suara penyanyi lagu itu tidak jadi  serak atau soak karena mesti konser seharian di kamar Diana.

Hari ini kulihat dia melamun di ruang tamu. Earphone tersambung dari ponsel ke telinganya. Menutupi misteri suara di sekitar orbit Diana. Dia tergidik-gidik sendiri. Tersenyum lalu berganti wajah kagum yang luar biasa. Hey, tunggu. Wajah itu, wajah jatuh cinta. Ha, siapa gerangan?

Hari ini kuberanikan diri bertanya. Kugedor pintu kamarnya hingga nyaris runtuh. Dia keluar kamar dengan mata berlinang. Tapi, itu bukan airmata kesedihan. Itu airmata haru. Lagi-lagi, jatuh cinta.

“Siapa lelaki itu?” tembakku langsung. Diana tergagu. Senyum merekah. Alih-alih menjawab tanyaku, dia berlari ke kamar, mengambil iPod kemudian memasang headset putih kesayangannya di telingaku. Volumenya pekak di telingaku. Dunia seakan bisu. Hanya suara dua orang penyanyi dari iPod yang terdengar. Seperti di surga rasanya mendengar mereka bernyanyi. Dan…wow! Suara penyanyi prianya! Tak bisa kujelaskan. Sungguh lelaki. Cukup dua kata itu saja. Siapa dia? Membuatku…

“Ugoran Prasad. Multiple eargasms, huh?” ucap Diana seperti membaca pikiranku. Atau ekspresi wajahku? Entahlah.



~a note while listening to Frau feat. Ugoran Prasad of MelBi’s Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa~


PS: Sudah pernah kirim cerita ini di facebook, di sini sedikit saya ubah satu kata di versi facebook agar tampak lebih sopan. Hehehe

No comments:

Post a Comment