Wednesday, March 27, 2013

GENGGAM TANGANMU



"Jangan lepaskan tanganku,"

Tidak, tidak akan!
Kutaut terus
Kutahu jika kuluruhkan
Hatimu ikut terhempas
Jantungmu menyurut denyut
Hidupmu runtuh terpuruk
Dari keping jadi puing

Tanganmu dalam genggamanku
Berkelok ke setapak teduh

Friday, March 22, 2013

DIANA HARI INI


Diana sedang gila. Semenjak dia pulang subuh-subuh dari warung internet dekat kos dua hari lalu, dia menjadi pendiam. Wajahnya bertekuk-tekuk pertanda sedang memikirkan sesuatu. Tak ada yang berani mendekat untuk bertanya ada apa. Namun, wajah itu terkadang mengguratkan senyum tipis. Meski tipis, tapi terlihat amat kegirangan. Oleh karenanya dia disebut sedang gila.

Hari ini dia mencuci baju sambil mendengarkan iPod lewat headset putih kesayangannya. Kepalanya tergerak-gerak seperti mengikuti not lagu. Tidak peduli apapun, siapapun di sekelilingnya yang memandangi dengan tatapan aneh setengah mengejek. Dia tidak dengar. Tidak pula melihat karena sibuk berkonsentrasi pada cuciannya. Atau pada lagu yang ia dengarkan? Entahlah.

Hari ini lain lagi. Dia libur kuliah. Biasanya hari libur dia pasti bertandang ke kamar kami satu-satu untuk sekedar ‘ngecek’ atau curhat. Tapi, dari membersihkan belek mata hingga matahari sudah setengah tiang di ufuk barat, dia tidak muncul untuk ngabsen di kamar kami. Terdengar sayup-sayup lagu dari kamarnya. Lagu yang sama, diputar berulang-ulang. Untungnya suara penyanyi lagu itu tidak jadi  serak atau soak karena mesti konser seharian di kamar Diana.

Hari ini kulihat dia melamun di ruang tamu. Earphone tersambung dari ponsel ke telinganya. Menutupi misteri suara di sekitar orbit Diana. Dia tergidik-gidik sendiri. Tersenyum lalu berganti wajah kagum yang luar biasa. Hey, tunggu. Wajah itu, wajah jatuh cinta. Ha, siapa gerangan?

Hari ini kuberanikan diri bertanya. Kugedor pintu kamarnya hingga nyaris runtuh. Dia keluar kamar dengan mata berlinang. Tapi, itu bukan airmata kesedihan. Itu airmata haru. Lagi-lagi, jatuh cinta.

“Siapa lelaki itu?” tembakku langsung. Diana tergagu. Senyum merekah. Alih-alih menjawab tanyaku, dia berlari ke kamar, mengambil iPod kemudian memasang headset putih kesayangannya di telingaku. Volumenya pekak di telingaku. Dunia seakan bisu. Hanya suara dua orang penyanyi dari iPod yang terdengar. Seperti di surga rasanya mendengar mereka bernyanyi. Dan…wow! Suara penyanyi prianya! Tak bisa kujelaskan. Sungguh lelaki. Cukup dua kata itu saja. Siapa dia? Membuatku…

“Ugoran Prasad. Multiple eargasms, huh?” ucap Diana seperti membaca pikiranku. Atau ekspresi wajahku? Entahlah.



~a note while listening to Frau feat. Ugoran Prasad of MelBi’s Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa~


PS: Sudah pernah kirim cerita ini di facebook, di sini sedikit saya ubah satu kata di versi facebook agar tampak lebih sopan. Hehehe

CINTA PAGI


Apakah cinta yang kita pelihara?

Yang diam-diam menyisipkan rindu di sela hati
Mengikuti gerak matahari terbit di timur jauh

Yang mengendap-endap menyusupkan senyum di lekuk bibir
Sesejuk embun di ujung dedaunan hijau

Yang perlahan mengguratkan bahagia di jiwa
Menebar hangat lewat salam merdu burung-burung

Ya, ini cinta
Karena kita tak kuasa menahan diri
Saling mencapai, menggapai

Wednesday, March 20, 2013

SUDUT-SUDUT


Rentangmu, bentangku
Jauh berkelok ke sudut-sudut terpencil
Tak pernah meruncing
Menuju sudut selaras


Tuesday, March 19, 2013

MALAM BERKISAH




Malam ini tak ada lagi doa
Ada cuma duka
Lalu kenapa?

Ah, tidak. Sama-sama malam saja

TERJEBAK


Di antara kehilangan kepercayaan dan tetap menggenggamnya
Di antara kempitan pengap cinta dan kecewa
Di antara melanjutkan perjalanan atau berbalik arah
Di antara diam menunggu atau beranjak pergi
Di antara tempaan amarah dan iba
Di antara luapan rindu dan tumpahan kalut
Di antara desingan buta rasa dan kesadaran jasmani
Di antara pilu kenyataan dan naif khayalan
Di antara indah pengalaman dan duka pendampingnya
Di antara pahitnya kejujuran dan buaian dusta

Aku di antara

Monday, March 18, 2013

CINTA SIANG



Cinta ini adalah siang
Suhunya panas sebab gejolak hebat di hati
Senantiasa lapar dan dahaga oleh rindu yang tak pernah henti
Dan tidur adalah caranya untuk menjumpakan kita