Tuesday, May 21, 2013

ES KRIM


Siapa yang berani melarangku menikmati es krim? Dalam keadaan apapun, semisal demam, batuk atau pilek, jika aku mau menikmati es krim, aku akan membeli kemudian kunikmati. Surga! Kamu yang dulu melarangku tidak pernah tahu hal ini, kan?

Aku tidak pernah pilih-pilih es krim yang seperti apa. Selama dia disebut "es krim" dan memang merupakan es krim, aku suka. Harga murah atau mahal, bermerek atau tidak, di tempat elite atau emperan, rasa vanila atau coklat, berbentuk stick atau cone atau cup, aku tidak peduli. Semua karena aku suka es krim.

Pernah aku ditraktir menikmati es krim cone dengan harga yang menurutku super mahal hanya untuk secorong es krim dengan rasa vanila. Pernah aku ditraktir menikmati es krim yang bisa kupilih sendiri campuran buahnya. Pernah aku ditraktir menikmati gelato di Seminyak Square. Beli sendiri? Sering! Hanya saja es krim yang biasa beredar di pasaran.

Cita-citaku yang berhubungan dengan es krim? Hmm... Tidak mudah mewujudkan mimpi ini, tapi aku yakin akan terwujud suatu hari nanti: terbang ke Italia, mencari gerai es krim bernama Gelateria K2 (Konon, Gelateria K2 ini terenak di daerahnya-yang sama sekali aku tidak tahu ada di belahan mana Italia). Aku akan menemui pemiliknya hanya untuk meminta dia melayaniku secara khusus, membuatkan dan mengantarkan pesanan es krim yang kumau. Sekaligus menunjukkan kepadanya bahwa aku mampu berbahagia, cukup dengan es krimnya saja, tanpa dia di hidupku.

Es krim. Ice cream. Gelato. Siapa berikutnya yang mau menraktir aku?


#Catatan saat menikmati es krim cup pasaran lalu tersadar: mungkin aku sudah gila


No comments:

Post a Comment