Sunday, May 19, 2013

PELUKNYA


Bertaburan airmata, aku berlari menyongsongnya.
Kutabrakkan tubuhku ke tubuhnya yang semerbak.
Tanganku kukalungkan erat di lehernya.
Aku makin terisak, dia membalas pelukku dengan lembut.

"Tuhan, rasanya sakit sekali." rengekku dalam sedu.

Dia mengelus rambutku lalu menepuk-tepuk punggungku.
Pelukannya semakin menguat dan aku secara magis merasa damai.




~Catatan saat menikmati keripik tempe, lalu sekelebat Tuhan lewat di pikiran. Dia berseru, "Ini tanggal 19 Mei, Jendral!~

No comments:

Post a Comment