Wednesday, December 19, 2012

Ceritaku Hari Ini

Jadi begini ceritanya, saudara-saudaraku terkasih. Pagi ini saya sarapan segelas kopi instan super encer dan sekantung potato chips dengan tagline hidup tidak pernah datar. Kenapa kopi instan super encer? Jantung saya tidak pernah kuat dengan kopi, tapi saya suka kopi sehingga terpaksa harus membuatnya seencer mungkin. Sambil menikmati sarapan yang aneh itu, saya membuka facebook, blog dan membaca artikel-artikel di koran atau situs online. Ada artikel yang menilai inkonsistensi Gubernur Jokowi dan Wagub Ahok dalam menepati janji-janjinya. Astaga, orang-orang ini seperti tidak bisa bersabar sedikitpun. Belum ada enam bulan mereka menjabat sudah dituntut mewujudkan semuanya. Lamban sedikit dikatakan tidak konsisten. Geleng-geleng kepala. Ada artikel tentang Pak Presiden SBY yang menerima gelar kehormatan di Malaysia. Saya antara bangga dan tidak. Lebih condong ke 'tidak' sebenarnya karena kecewa dengan pernyataan Beliau tentang pejabat yang melakukan korupsi dan sekarang mendapat gelar kehormatan. Yang benar saja? Saya juga membaca artikel tentang lima tokoh dunia paling berpengaruh di tahun 2012 versi majalah Time. Tebakan saya tepat, Mr. President Barrack Obama masuk hitungan. Lalu, ada Whatsapp masuk di ponsel saya. Sambil klak-klik artikel-artikel, saya pun berbalas pesan dengan sahabat melalui Whatsapp. Bosan dengan artikel, saya menonton video-video X-Factor UK dan The Voice UK. Keduanya merupakan ajang pencarian bakat menyanyi. Jagoan saya di X-Factor adalah sang juara James Arthur sedangkan di The Voice UK saya jatuh cinta pada suara si finalis Vince Kidd. Merinding sendiri menonton video dan mendengar suara mereka di YouTube tanpa peduli kuota modem habis. Keasyikan online, saya lupa makan siang dan oh, saya memang sengaja tidak mandi. Maghrib telah usai berkumandang ketika saya memutuskan untuk mandi. Seusai mandi, perut yang melilit sakit mengomandoi saya untuk menjadi anak ayam: cari makan. Saya cek dompet dan melihat Rp 26.000,- di sana. Apa?? Nada tinggi, kamera close-up ke wajah, mimik dibuat panik dan iringan musik dramatis. Makan malam akan habis Rp 10.000,- dan saya masih butuh uang yang lebih lagi untuk rencana esok hari. Esok saya perlu uang untuk naik taksi ke rumah calon bapak mertua di Seminyak untuk menyambut kedatangan calon suami. Untuk itu, segera saya berjalan-jalan malam menuju ATM dengan rencana setelah dari ATM akan ke warung nasi uduk di seberang ATM. Sekiranya dompet dan ATM itu berkonspirasi untuk menjebak saya. ATM bank yang saya gunakan sedang dalam renovasi. Mesinnya tidak ada di sana, berganti empat sak semen dan berbagai alat pertukangan. ATM terdekat sekitar 500 meter dari ATM bank ini. Berjalan kaki di negara yang tidak ramah pada pejalan kaki ini cukup beresiko, tengah malam dengan pandangan rabun pula. Plus, gerimis malu-malu turun. Tunggu sebentar, negara yang tidak ramah pada pejalan kaki? Ya, sama sekali tidak. Trotoar jumlahnya sangat terbatas. Trotoar yang terbatas itu pun dilahap pemilik-pemilik toko, tukang lalapan, ibu-ibu pembeli emas sebagai bagian lapak mereka yang tidak bisa diganggu gugat. Trotoar juga disulap menjadi lahan parkir. Oportunis! Meranalah pejalan kaki di negeri ini. Saya putuskan kembali ke kos. Tidak jadi makan nasi uduk. Makan mi instan saja meski tangan sudah mulai tremor. Sesampainya di kos, saya mendapat Whatsapp dari calon suami. Dia menanyakan apa saya baik-baik saja. Dia juga mengatakan kalau rekening bersama kami baru saja diisi uang untuk saya. Mungkin ini adalah bukti bahwa telepati bisa benar-benar dilakukan karena selama perjalanan pulang ke kos, saya tidak henti-henti berkata dalam hati, "Alex, uang saya habis!" Hore! Berarti besok saya bisa mengambil uang di ATM rekening bersama kami, bukan di ATM saya. Semoga ATM rekening bersama ini tidak sedang dalam rekonstruksi juga. Meski begitu, saya tetap makan mi instan malam ini. Kali ini dengan perasaan lega dan syukur. Tidak lagi terheran-heran pada ketidaksabaran penilai kinerja Jokowi-Ahok. Tidak sungguh-sungguh kecewa pada Pak Presiden SBY (sembari mengaitkan jari saya berharap trotoar benar-benar ditegaskan untuk pejalan kaki) dan mengerling pada foto Mr. President Barrack Husein Obama. Vince Kidd pun menghibur dengan lagu Our World yang dibawakan secara akustik. Ah, dunia ini romantis sekali. Apa ceritamu hari ini?

No comments:

Post a Comment