Wednesday, December 5, 2012

KUTAWAN CINTAMU

"Baiklah. Kita sudah duduk berdua di sini. Sebelum kamu mengungkapkan semua yang mau kamu katakan, mencurahkan segala isi hatimu, izinkan aku untuk memulai terlebih dahulu. Aku tidak mau es teh di hadapanku ini membekukan suaraku," ujarku cepat setelah saling berdiam diri cukup lama menanti es teh. Sekarang dua gelas es teh manis itu sudah terhidang.

Kamu hanya tersenyum. Aku bisa mendengar kata-kata yang tidak kamu ucap dari segaris tipis senyum yang kamu hadirkan: "Rajanya lebay!"

"Daripada raja dangdut macam kamu!" sergahku agak sewot.

"Hah? Apa?" tanyamu tidak mengerti maksudku.

"Tidak. Bukan apa-apa. Jadi..." kutarik nafas dan kulanjutkan berkata, " Kamu sudah tidak punya cinta, sebenarnya."

"Apa? Bagaimana bisa?"

"Telah kucuri cinta dari kamu. Total. Tanpa sisa."

"Hahaha. Benarkah?"

"Tak lupa kutawan juga jiwamu. Aku sabotase akal sehatmu. Semua milikmu kukandangkan di suatu tempat yang tidak pernah kamu tahu ada. Tentu saja mereka merengek minta pulang. Mereka kangen pada jasadmu, tempat biasa dulu mereka terkurung. Tapi, mereka tidak tahu lagi jalan pulang."

Kamu tercekat. Susah payah kamu menelan ludah. Wajahmu pias. Buru-buru kamu menyeruput es teh.

"Bagaimana mungkin? Aku mencintai istriku. Cinta itulah yang membuatku memutuskan menikahinya. Harusnya namamu Lebayatun Khotijah. Rajanya lebay. Hahaha," kau tertawa. Tawa yang terintimidasi.

Dengan senyum aku menggeleng lalu berujar, " Tidak. Kamu sesungguhnya hanya menyerahkan raga. Dia hanya memiliki badanmu. Sementara akal sehat, jiwa dan cintamu ada di aku."

Hening kembali tercipta di antara kita berdua. Riuh orang-orang sekitar teredam oleh debur lautan pikiran kita masing-masing. Aku bangkit, membereskan tas dan sambil lalu kutepuk pundakmu lembut, "Bayarin es tehku, ya?"

Malam itu ragamu yang tak berisi jiwa memeluk istrimu, menggumulinya tanpa cinta. Akal sehatmu yang tak lagi bersamamu membuat kamu melenguhkan namaku.

Malam itu aku menggauli cintamu.



~catatan siang hari di food court Tiara Dewata~

No comments:

Post a Comment