Wednesday, December 19, 2012

TELANJANG


Kucuran air dari kamar mandi terdengar keras. Pasti air dingin, favoritnya. Basuhlah semua, Sayangku. Bersihkan semua jejak yang kutinggalkan. Jejak peluh, jejak desah, jejak lenguh, jejak orgasme. Biar bisa lagi kuukir ulang jejak-jejak itu di tubuhmu dengan ketelanjanganku.

Pintu kamar mandi terbuka. Dia keluar, menyerbu indera penciumanku dengan aroma sabun dan shampoo yang menggoda. Pasti dia basah. Ah, ingin rasanya kurengkuh dia kembali ke tempat tidur, mengulangi gejolak kemarin malam. Mungkin lebih panas dan nakal.

"Aku mau kau pengangguran," gumamku. Dia tidak menyahut. Sibuk mengancingkan kemeja, memakai celana, mengencangkan ikat pinggang, menalikan dasi, memakai sepatu, mengecek segala gadget, memasukkan semua dokumen ke dalam tas kerja, mengambil jas, menyentak kunci mobil dan berjalan ke arah pintu.

"Aku tahu kamu tidak memakan uangku. Tapi, istri dan anakku memerlukannya. Dah, Sayang." ucapnya sebelum benar-benar menutup pintu.

Di atas tempat tidur yang poranda, dengan mata terpejam, aku telanjang.




*Gambar diambil dari sini


No comments:

Post a Comment