Siang di hari Minggu
Kutabung siluetmu satu persatu
yang berjatuhan bersama daun waru
Biar mengerontang di jiwaku
yang merindu suasana hadirmu
Senin datang penuh adrenalin
Mengemas rinduku kemarin dalam janin
Berdenyut di batin bagai tamborin
Ah, aku sungguh butuh vitamin
Agar sanggup bermain-main dengan Senin
Rinduku digugah Selasa
Sedikit lebih perasa tanpa pernah berbahasa
Membantuku untuk percaya
bahwa kau akan senantiasa di sana
di sebuah tempat yang tak berani kubayangkan ada
Rabu hadir menghapus ragu
Menebar luas dadu-dadu rindu
di sudut paru-paru yang mengharu biru
Masih belum kudapatkan rindumu
yang menjulang pongah setinggi taru
Di hari Kamis atmaku mulai mengemis
Demi sebuah rona rindu termanis
di ranum pipimu yang kukais miris
Terperangkap lara di ribuan teralis
Berkejaran rapi berbaris-baris
Jumat melompat mencuat
Hatiku masih berpegangan erat-erat
pada nuansa rindu yang berkarat
Menggelantung semakin berat
Belum menyerah, belum, masih kuat
Semua risau menunggu Sabtu
Takut rindunya jadi kelabu
Haha, tidak denganku
karena aku sendiri tahu
kau akan kutabung lagi di Minggu
No comments:
Post a Comment