Wednesday, December 5, 2012

SHILA AMZAH & SHARNAAZ BASIR AHMAD

Tuhan selalu bekerja dengan cara yang unik. Diberinya aku keisengan sejak kemarin malam untuk menyusuri ribuan nama seorang perempuan di jejaring sosial Facebook: Shila. Namun, ponsel pintar yang kupunya hanya memiliki layar berukuran 3.31 inches sehingga membuatku tidak leluasa melihat satu per satu profil bernama Shila atau memiliki unsur ke-shila-an di dalamnya. Aku menyerah dan menonaktifkan ponsel lalu tidur.

Hari ini, seharian Tuhan tidak bekerja padaku. Dibiarkannya aku menikmati pagi hingga sore dengan caraku. Namun, kembali malam ini sekitar 19 menit yang lalu saat kuketikkan tulisan ini--sekarang jamku menunjukkan 09.19 pm--Tuhan kembali memberiku rasa iseng dan penasaran. Log in Facebook dari notebook berlayar 10 inches dan di search engine aku ketikkan nama "Shila". Muncul otomatis tiga profil rekomendasi. Tanpa ragu aku mengklik profil seorang gadis jelita berkerudung cokelat tua, berpose di dalam mobil.

Ah, iya. Itu dia. Istrinya. Batinku sendiri. Tapi, setelah lebih kuteliti lagi profil itu, aku agak sangsi. Tuhan menyentil kupingku dan oh, sakit sekali! Sekaligus menyadarkanku akan sebuah skenario besar. Dia tinggal di KL? Dia artis Malaysia? Dia juga penyanyi? What the heck is going on here? Batinku makin menjadi, kali ini kepada Tuhan. Tuhan manggut-manggut. Tersenyum bijaksana. Tersenyum penuh kasih. Tuhan mengarahkan tanganku untuk mengklik kumpulan album dan mengintip foto-foto di setiap albumnya. Lelaki itu ada di setiap album wanita ini. Ada beberapa foto yang sama yang pernah diunggah di Facebooknya. Aku berhenti di sebuah foto. Ada tag nama di sana: Sharnaaz Basir Ahmad. Bergetar aku klik di sana. Serasa tak mampu, tapi Tuhan menguatkanku. Menyokongku untuk berani membuka mata dan hati. Jebrettt. Terbukalah profil lelaki itu. Lelaki yang selama ini aku kenal dengan nama yang lain. Sharnaaz Basir Ahmad ini adalah seorang aktor sekaligus sutradara di Negeri Jiran sana.

Tuhan, apa ini? Apa maksudmu menunjukkan semua ini padaku? Jadi, siapa sebenarnya lelaki yang mampu meyakinkanku selama ini bahwa dia ada dan nyata. Siapa lelaki yang dengan segala kharismanya mampu mengelabui kecurigaanku dan mengubahnya menjadi rasa percaya yang teramat tinggi? Bahkan membuatku cinta buta! Siapa dia, Tuhan? Gugatku pada Tuhan. Kutampar wajah sucinya berkali-kali. Di luar dugaanku, Tuhan memelukku erat dan berbisik tenang, " Sudah saatnya kau tahu, Nak. Bersyukurlah karena kalian sesungguhnya tidak pernah ada."

Aku tidak menangis. Aku tidak kecewa. Aku malah tertawa, terbahak-bahak hingga tersedak. Iya, syukur deh!

Sekonyong-konyong, cinta itu menguap. Hilang. Dibawa lari Tuhan, dilemparkan ke jamban.

Sharnaaz Ahmad & Shila Amzah

No comments:

Post a Comment