![]() |
| Gambar dari sini |
Kata 'memaafkan' berasal dari kata dasar 'maaf' yang jika ditilik dari kbbi.web.id merupakan kata benda berarti 'pembebasan seseorang dr hukuman (tuntutan, denda, dsb) krn suatu kesalahan; ampun'; kemudian mendapat imbuhan me-kan sehingga 'memaafkan' menjadi sebuah kata kaerja yang memiliki arti 'memberi ampun atas kesalahan dsb; tidak menganggap salah dsb lagi:'
Manusia menurutku adalah makhluk yang paling pelit memberi pengampunan atas kesalahan seseorang. Berbagai pertimbangan diambil untuk memutuskan pemberian ampunan atau tidak. Salah satu pertimbangan itu adalah kepastian bahwa kesalahan tersebut tidak akan dilakukan lagi oleh orang lain atau bahkan oleh orang yang sama. Sayangnya, kepastian ini lebih banyak yang tidak pasti sehingga membuat manusia enggan memberi maaf meskipun mereka sebenarnya berkecukupan 'maaf' di hati.
Memaafkan tidak perlu menunggu hari raya. Memaafkan tidak mendapat jaminan bahwa kita akan tidak pernah sakit lagi atau sembuh sama sekali. Memaafkan tidak menjadikan kita orang besar, tetapi lebih kepada memanusiakan diri kita. Memaafkan hanya butuh kesiapan hati yang lapang dan berkapasitas tinggi untuk menampung luka lainnya bahkan luka yang sama.
Seperti aku memaafkan Tuhan yang mencipta dan berkarya. Seperti aku memaafkan Bapakku akan kesalahan masa lalu yang dilakukan sebelum aku terlahir. Seperti aku yang memaafkan Ibu mantan pacarku yang memisahkan kami atas pertimbangan agama. Seperti aku yang memaafkan kamu.
Dan tetap mencintaimu.

No comments:
Post a Comment