![]() |
| Gambar diambil dari sini |
Di kamar pengantin yang telah disiapkan dengan manis dan romantis, aku dan suamiku duduk di pinggir tempat tidur. Kami saling berpandangan. Sholat sunnah dua rakaat sudah kami laksanakan. Kami pun sudah membaca surat Al-fatihah, Al-ikhlas dan sholawat atas nabi sebanyak tiga kali. Inilah saatnya.
Penuh kelembutan suamiku mengusap ubun-ubunku dengan tangan kanannya. Berbisik dia mengucap doa bahwa dia berserah pada Allah akan semua kebaikan dan keburukanku. Jantungku berdetak kencang. Degupnya menggetarkan seluruh badanku. Suamiku menuntun dan membimbing. Aku tetap saja berdebar.
Sakit yang luar biasa kurasakan membuatku merasa terlahir kembali. Nikmat yang kureguk mampu membuyarkan sekelebat bayang seorang gadis yang selama ini menghantui. Gadis yang terbaring lemah di tempat pembuangan sampah. Gadis yang kehilangan seluruh kekuatan dan kehormatannya setelah digumuli tujuh lelaki. Bergilir di bawah langit hitam yang hujan.
Suamiku tidak tahu. Tidak pernah.
~A note while listening to Madonna's Like a Virgin~

No comments:
Post a Comment