Tuesday, December 11, 2012

TEH NATAL


Aku tidak ahli dalam mencari hadiah. Apalagi hadiah untuk kaum lelaki di hari Natal. Temanku mengusulkan dengan antusias: kaos bola favoritnya! Namun, aku segera menolak usulannya yang brilian tersebut karena lelaki yang satu ini tidak suka sepak bola. Dalam kebingungan itu, aku terdampar di sini, di depan rak-rak yang memajang aneka macam teh. Teh bubuk, teh melati, teh celup, teh hijau, teh hitam, teh mint, teh impor, teh lokal, teh diet, teh stik, teh bermacam-macam. Kemasannya juga banyak yang menarik. Ada dalam kantong-kantong sutra seperti yang pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Sullivan, ada dalam kantong-kantong kertas, ada dalam batok-batok kelapa yang sudah dipercantik, dan dalam kotak biasa dengan permainan warna yang menarik. Aku putuskan untuk menghadiahinya minuman paling populer kedua di dunia setelah air putih ini. Dia sangat doyan minum teh, tapi belum banyak jenis teh yang dia coba.

"Bisa dibantu, Kakak?" tanya seorang pramuniaga dengan senyum sadar kamera. Aku melihatnya dengan kesal dan tidak berkomentar apapun. Kesal karena sapaan 'kakak' yang digunakannya. Aku kesal pada semua pramuniaga yang memanggil pelanggan dengan 'kakak'. Strategi 'sok kenal sok dekat' yang menurutku sangat menjijikkan.

"Mau beli teh ya, Kakak? Mau teh hijau apa hitam, Kak? Saya sarankan teh hijau aja. Kandungan polifenolnya lebih banyak. Jadi, lebih sehat. Ada juga ini teh hijau mint. Seger loh, Kak. Nah, yang ini teh hijau mint impor dari Inggris, Kak. Kualitasnya jauh lebih baik dari yang lokal. Tapi, jangan pilih yang dalam kemasan kantong kertas. Belum tentu bebas klorin. Belum tentu dapat proses penetralan, Kak. Lebih baik yang ini nih, Kak. Teh bubuk. Jangan khawatir, Kakak. Teh ini juga ada teh hijau mint impor dari Inggris. Nanti diseduhnya bisa pakai kantong teh kain yang lebih sehat, Kakak. Jadi, mau teh yang mana, Kakak?" cerocos pramuniaga tadi tanpa peduli ekspresi wajahku. 

Aku mencelos meninggalkan si pramuniaga sebelum dia berceloteh lagi. Dia sangat mengganggu konsentrasiku untuk memilih dan mengambil keputusan. Aku berbelok dua blok dari konter teh. Pembalut-pembalut wanita menyambutku di konter pelarianku ini. Aku mendengus. Aku tidak butuh pembalut karena sudah ada stok untuk bulan ini. Masa aku hadiahkan pembalut untuk pria? Yang benar saja!

Aku putari konter itu untuk kembali ke konter teh. Kali ini sambil mengintip-intip. Takutnya si pramuniaga ceriwis tadi masih menungguku di sana. Aman. Hanya ada seorang ibu yang mengambil beberapa teh dalam kemasan kotak. Teh pelangsing. Kembali aku berdiri tegak di depan rak teh. Menimbang-timbang teh yang akan kubeli. Teh Inggris? Tidak, terima kasih. Indonesia saja karena Indonesia adalah penghasil teh kelima terbesar di dunia. Itu cukup buatku berbangga hati. Lagipula dia sudah sering minum teh Inggris. Segera aku ambil tiga kotak teh bubuk melati buatan Indonesia dan berlari-lari menuju kasir karena kulihat si pramuniaga tadi tersenyum cemerlang dan mulai bergerak ke arahku.

Sudah kupaketkan teh melati itu, lengkap dengan ucapan "Selamat Natal, Pisangku! Jangan lupa bersenang-senang dan hangatkan diri dengan teh melati ini!" di belakang foto narsisku. Semoga bisa tiba di sana sebelum Natal. Semoga dia senang dengan hadiahku yang tidak seberapa itu.

Telepon selulerku ribut menyanyikan nada deringnya, menampilkan foto dan nama lelaki yang kukirimi teh sebagai hadiah Natal. Sumringah aku jawab panggilannya.

"Hai, Pisang!" seruku.

"Monyetku! Teh yang kamu kirim sudah aku terima. Terima kasih. Enak sekali dan benar-benar ada bunga melatinya. Aku temukan banyak bunga melati utuh! Hadiah Natal paling keren yang pernah aku terima," ujarnya senang.

"Hahaha, ya aku tahu. Aku memang keren. Bagaimana dengan perayaan Natal di sana?"

"Tidak menyenangkan sampai aku terima paketmu. Tidak menyangka kamu akan mengirim teh all the way from Indonesia to my place here: Dudley, West Midlands, United Kingdom!"


My Banana, Adam Pike :)
*Untuk sahabatku Adam Pike, si Inggris aneh yang sama sekali tidak mengerti sepak bola dan lebih suka minum teh daripada bir*


3 comments:

  1. Hahaha knp gak teh pisang em..atau teh bunga jepun yg lagi diburu dan dipungut bunganya krn mahaL..Punyan pis orang2 bilang.. :D keren em..mana hadiah natal buat bli,jangan bungkusin teh dibalik photo narsismu..kopi saja dibungkus kaos united atau kaos oasis..gak sah dipaket,bawain langsung pas konser beso..lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga mau bli dikado kaos united, tapi ga mau kaos oasis.maunya kaos coldplay :D

      Delete
  2. Mana kado Natal buat aku, Ket2? hehehehe

    ReplyDelete