Tuesday, December 25, 2012

#Hanya Sebuah Monolog I



Tak tahu apa yang kurasa
Seperti sebuah surat perasaan yang kau kirim dan tak mampu kubaca seluruh aksaranya, aku hanya mampu membaca di setiap jeda bait yang terisi nama dan senyummu. Aku masih setia memeluk tanda tanya di fikirku, tentangmu tak pernah usai kuputar dengan otak dan hati, tak cukup sebentar kau beserta awak kenangan di dalamnya, bertahan seolah kekal menungguku lapuk seperti dedaun kering yang hancur dengan sekali remasanmu. Membuatku tak cukup waras namun dengan segenap kebodohan aku menikmatinya, menikmati kematian yang sangat lamban bak hujan jutaan jarum di tubuhku yang berusaha mencari titik di mana aku tak mampu bergerak walaupun hanya menolehkan mataku lalu mati.
Kau dimana?
Jelaskan ini padaku berikan aku sedikit ampun dan berbicara kalimat-kalimat akhir, kan ku beri titik dan tak bertanya lagi.
Kau dimana?
Berikan aku jawaban atas soal yang kau sempurnakan hingga aku tak mampu menjawab meski dengan do’a setiap malamku.
Aku berharap Tuhan mengampuniku dengan memberikan jeda berfikir atau menghapus ingatan tanpa sisa. Aku lelah mengisak tangisimu tiap malam, aku lelah mendoamu di setiap denyut yang hanyut setiap detik memetik. Tak mampu membaca seberapa hasta jarak kita, jika jauh aku melihatmu sangat dekat jika dekat mengapa kau tak mampu ku dekap.
Kau adalah tanda tanya agung menyerupa takdir getir di ingatanku.

By: Andra Daniel
24 December 2012
Sent via Facebook chat
Picture: AD's collections

2 comments:

  1. Ini keren tulisannya, hebat mba DM ini.. semangat untuk menulis trus mba, sangat menginspirasi semua tulisan di blog ini..

    ReplyDelete
  2. Hi, honestly ini bukan tulisanku. Seseorang kirimin aku dan belakangan aku yakin dia juga nyontek dari sumber lain utk nulis ini. Niatnya kuhapus dari blog, but I decided to keep it as a reminder that I had been so silly back then. Haha.

    ReplyDelete